suriptosemar
Agustus 27, 2017
0
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Salam blogger…Kesenian kuda lumping atau biasa disebut
jaran kepang (ebeg) adalah sebuah kesenian tradisional yang berasal dari pulau
jawa, kesenian kuada lumping itu sendiri adalah sekelompok prajurit yang menari diatas kuda yang terbuat dari
anyaman bambu yang dihiasi dengan rambut tiruan yang terbuat dari serabut pohon
aren atau biasa disebut dug atau sejenisnya yang digelung(kepang).
Dalam pembahasan tentang kuda lumping kali ini akan di
bahas suatu kesenian tradisional kuda lumping Trida Aji Kusuma jalan 26 Desa
Perintis kecamatan Rimbo Bujang Kab.Tebo-jambi.
Sejarah singkat Kesenian
tradisional kuda lumping Trida Aji Kusuma adalah kesenian tradisional dari pulau
jawa khusunya jawa tengah daerah banyumas yang diambil dan dibentuk pada tahun 2001, nama Trida Aji
Kusuma sendiri diambil dari pecahan kesenian kuda lumping sebelumnya yaitu Trida Mas.
Kesenian kuda lumping Trida Aji Kusuma adalah sekelompok
paguyuban yang dibentuk oleh :
Ketua :
Alm sahiril dan Sunadi
Sekretaris :
A.Riyansyah
Bendahara :
Suripto
Tarian kuda lumping ini biasa diiringi beberapa alat musik
tradisional seperti :
1. Gamelan
2. Gong
3. Kenong
4. Kendang
Kostum yang
digunakan dalam pertunjukan kuda lumping biasanya pakaian yang menyerupai
seorang prajurit dengan hanya memakai baju dalam (singlet) pada bagian bawah
menggunakan celana pendek sampai bawah lutut yang dihiasi dengan warna warni
kain bermotif batik dan selendang, untuk bagian kepala menggunakan mahkota dan
aksesoris pendukung.
Dalam melakukan tarian kuda lumping biasanya diiringi
dengan nyanyian-nyanyian yang dibawakan oleh seorang yang biasa disebut
sinden, tarian kuda lumping bagi masyarakat biasanya untuk hiburan dan ritual
adat. Tari kuda lumping ini merefleksikan semangat sebuah pasukan berkuda dari
sebuah kerajaan, hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan
agresif melalui kibasan anyaman bambu yang berbentuk kuda.
Dalam pertunjukanya tarian dibagi 3 bagian, Tarian awal
atau tarian pembuka adalah tarian yang
disebut dengan tarian Eling-eling dan selanjutnya dilanjutkan dengan tarian
Barongan, sebagai tarian inti adalah tarian bajing luncat. Dalam tarian inti
selalu diwarnai dengan adanya kesurupan (kerasukan) oleh para penari, karena
kuda lumping biasanya identic dengan pemanggilan roh halus (indang) yang
sengaja dipanggil untuk meramaikan pertujukan yang dilakukan oleh seorang pawang.
Seorang pawang adalah orang yang bertugas memanggil, menyembuhkan para penari
yang kesurupan, biasanya pawang dikenali kehadirannya melalui baju yang dipakai
serba hitam dan memakai ikat kepala.
Itulah sedikit pengenalan tentang kesenian tradisional
kuda lumping Trida Aji kusuma, mari kita lestarikan budaya Indonesia…Terima Kasih


